Sistem Pendidikan Belanda dan Indonesia
Posted in Edisi 2, Utama on February 6th, 2010 by jong – Be the first to comment
Indonesia merupakan negara bekas jajahan Belanda. Maka, tidaklah mengherankan bila Indonesia mewarisi banyak peninggalan budaya Belanda seperti pada arsitektur bangunan, perbendaharaan kata dalam bahasa, makanan, hingga sistem hukum. Namun dalam perkembangan sampai saat ini, sistem pendidikan Indonesia dan Belanda berbeda karena Belanda memiliki sistem khusus yang membuatnya berbeda dengan sistem pendidikan di Asia, Amerika dan bahkan di Eropa.
Sistem pendidikan Indonesia
Sistem pendidikan Indonesia diatur dalam Undang-undang (UU) Sistem Pendidikan Nasional Nomor 20 tahun 2003. Disebutkan dalam UU tersebut bahwa usia wajib belajar di Indonesia dimulai sejak 6 hingga 15 tahun dan pemerintah pusat serta pemerintah daerah wajib menjamin tersedianya dana guna terselenggaranya pendidikan.
Jalur pendidikan di Indonesia terdiri atas pendidikan formal, non-formal dan informal. Yang dibahas dalam artikel berikut hanyalah sistem pendidikan formal. Jenjang pendidikan formal terdiri atas pendidikan usia dini, pendidikan dasar, pendidikan menengah dan pendidikan tinggi. Jenis pendidikan yang diajarkan meliputi pendidikan umum, kejuruan, akademik, profesi, vokasi, keagamaan dan khusus.
Sejak usia 5 tahun, anak dapat mengikuti pendidikan formal pada Taman Kanak-kanak (TK) maupun pada Raudatul Athfal (RA). Pasal 17 UU tersebut menyebutkan bahwa pendidikan dasar berbentuk Sekolah Dasar (SD) dan Masdrasah Ibtidaiyah (MI), lalu dilanjutkan ke Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Madrasah Tsanawiyah (MTs). Dalam pasal 18, pendidikan menengah merupakan pendidikan lanjutan dari pendidikan dasar. Pendidikan menengah terdiri atas pendidikan menengah umum dan pendidikan menengah kejuruan. Pendidikan menengah berbentuk Sekolah Menengah Atas (SMA), Madrasah Aliyah (MA), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan Madrasah Aliyah Kejuruan (MAK). Setelah pendidikan menengah, ada jenjang pendidikan tinggi. Pendidikan tinggi mencakup program pendidikan diploma, sarjana, magister, spesialis, dan doktor (pasal 19).
Sistem pendidikan Belanda
Salah satu perbedaan sistem pendidikan Belanda adalah penjurusan yang dimulai sejak pendidikan tingkat dasar dengan mempertimbangkan minat dan kemampuan akademik siswa. Secara umum, sistem penjurusan tersebut terbagi menjadi: (1) pendidikan tingkat dasar dan lanjutan, (2) pendidikan tingkat menengah kejuruan, dan (3) Pendidikan tingkat tinggi.
Pendidikan tingkat dasar dan lanjutan
Usia wajib belajar di Belanda dimulai sejak usia 5 tahun hingga 18 tahun. Untuk program wajib belajar ini, pemerintah menyediakan dana sehingga para siswa dibebaskan dari beban biaya sekolah. Sekolah dasar (basisschool) di Belanda berkisar selama 8 tahun. Lalu siswa bisa melanjutkan ke pendidikan lanjutan sejak usia 12 hingga usia 18 tahun. Pendidikan lanjutan ini terbagi menjadi beberapa program:
VMBO (Voorbereidend 1. Middelbaar Beroepsonderwijs)
Program 4 tahun ini memberikan pendidikan yang merupakan gabungan dari pendidikan umum dan kejuruan. Lulusannya bisa melanjutkan ke pendidikan tingkat menengah kejuruan (Midelbaar Beroepsonderwijs/MBO).
HAVO (Hoger Algemeen 2. Voortgezet Onderwijs)
Program 5 tahun ini memberikan akses langsung ke pendidikan tingkat tinggi yaitu ke Hoger Beroepsonderwijs (HBO/university of profesional education). Dua tahun terakhir dalam HAVO merupakan tahun penjurusan untuk memilih bidang pilihan mereka. Siswa lulusan HAVO dapat melanjutkan studinya ke VWO apabila mereka ingin melanjutkan ke universitas. Akan tetapi, mereka harus menambah tahun pelajaran sehingga jangka waktunya menjadi lebih lama dibandingkan dengan langsung ke program VWO.
VWO (Voorbereidend 3. Wetenschappelijk Onderwijs)
Program 6 tahun ini juga memberikan akses langsung ke pendidikan tingkat tinggi (universitas). Tiga tahun terakhir dalam VWO merupakan tahun penjurusan untuk memilih bidang pilihan mereka.
Penjurusan dalam HAVO dan VWO terbagi menjadi:
- Ilmu teknologi dan fisika 1. (techniek en natuur)
- Ilmu kesehatan ( natuur en 2. gezondheid)
- Ilmu sosial ekonomi ( economie 3. en maatschappij)
- Ilmu sosial dan budaya ( cultuur 4. en maatschappij)
Pendidikan tingkat menengah kejuruan
MBO diberikan dalam beberapa jurusan, antara lain ekonomi, teknik, kesehatan, perawatan, kesejahteraan, dan pertanian. Program MBO diberikan dalam 4 tingkatan (1-4 tahun) dan hanya lulusan dari tingkat 4 MBO saja yang dapat memiliki akses ke HBO.
Pendidikan tingkat tinggi
Pendidikan tingkat tinggi di Belanda terdiri atas 2 bagian, yaitu HBO (sekolah tinggi/institut) dan WO (universitas). HBO memberikan pendidikan yang bersifat siap guna untuk siswa yang ingin langsung terjun ke dunia professional dan praktis, sedangkan universitas memberikan pendidikan yang bersifat spesifik/penjurusan berdasarkan ilmu-ilmu murni. Pada setiap tahun pertama HBO/WO ada penyaringan yang disebut dengan masa propedeuse. Dalam proses ini, setiap siswa wajib menyelesaikan mata pelajaran tahun pertama mereka dan waktu dua tahun. Jika siswa tersebuut gagal, maka dia akan dikeluarkan dari jurusan (Drop-out/DO).
Sejak tahun 2002, pemerintah Belanda memberlakukan sistem pendidikan tingkat tinggi baru. Pada sistem baru ini, pendidikan tingkat tinggi dibagi menjadi tiga tingkat, yaitu Bachelor dan Master (BAMA) serta tingkat doktoral (Ph.D.).
Walaupun menurut peraturan tersebut lulusan dari HBO maupun WO mempunyai gelar yang setara, ada beberapa perbedaan yang mencolok antara kedua institusi tersebut dalam penerapan sistem BAMA dan Ph.D. (lihat tabel).
Sedangkan gelar Ph.D hanya bisa diperoleh melalui program di WO. Lulusan program Bachelor dari HBO yang ingin memasuki program magister di WO wajib memasuki 1 tahun persiapan di WO (pre-master) sebelum memulai program dengan jurusan yang sudah dipilih, atau mengambil program pre-master WO dalam masa studi minor HBO di tahun ketiga/keempat. Hal tersebut juga berlaku bagi lulusan program magister dari HBO yang ingin melanjutkan pendidikan ke tingkat Ph.D. di WO. ***
HBO
WO
Bachelor Degree diperoleh setelah menyelesaikan program di HBO dengan mengumpulkan kredit sebanyak 240 European Credit Transfer System (ECTS) selama 4 tahun. Lulusan program ini hanya berhak menggunakan titel Bachelor yang berkaitan dengan jurusannya.
Contoh: Ingenieur, Bachelor of Engineering (B.Eng.), Bachelor of Nursing, dan lain-lain.
Bachelor Degree diperoleh setelah menyelesaikan program di universitas dengan mengumpulkan kredit sebanyak 180 ECTS selama 3 tahun.
Lulusan program ini berhak mengunakan titel Bachelor of Science dan Bachelor of Arts (B.A./B.Sc.) tergantung dari jurusan yang diambil
Master Degree diperoleh setelah menyelesaikan program magister di HBO dengan mengumpulkan kredit sebanyak 60 atau 120 ECTS (1 atau 2 tahun). Lulusan program ini hanya berhak menggunakan title master yang berkaitan dengan jurusannya.
Contoh: Master of Social Work, Master of Business, dan lain-lain.
Master Degree diperoleh setelah menyelesaikan program magister di Universitas dengan mengumpulkan kredit sebanyak 60, 90 atau 120 ECTS (1, atau 1,5 atau 2 tahun).
Lulusan program ini berhak mengunakan titel Master of Science dan Master of Arts (M.A./M.Sc.) tergantung dari jurusan yang diambil.
Yasmin Soraya
Bulgaria adalah negara yang sudah menjadi anggota Uni Europa namun belum masuk daerah Schengen (baru tahun 2011 nanti). Pada Bulan Mei 2009 saya perlu bepergian ke Bulgaria. Dan sebagai pemegang paspor Garuda, saya wajib membuat visa. Biaya visa adalah 60 Euro dan pembuatannya di kedutaan besar Bulgaria, Den Haag, memakan waktu kurang lebih seminggu. Syarat pembuatan visa waktu itu adalah kartu izin tinggal di Belanda (verblijfsdocument) yang masih berlaku beberapa bulan, tiket ke Bulgaria p.p., tanda reservasi penginapan, dan surat tabungan bank atau slip gaji.
Berbicara mengenai negeri Belanda, kita dapat mengarahkan asosiasi pikiran kita pada hal-hal unik yang menjadi karakteristik negeri bawah laut ini.
Setidaknya tiga hal yang melekat pada identitas Belanda: kincir angin, klompen (sepatu kayu), dan tulip. Tapi tahukan anda bahwa tulip bukanlah berasal dari Belanda?. Ya, tulip berasal dari Turki, Iran, Pakistan, Afganistan, dan beberapa daerah di kawasan Asia Tengah. Tulip berkembang pesat di Turki pada masa kerjanaan Ottoman di bawah pemerintahan Sultan Ahmed III (1703-1730). Nama tulip itu sendiri diambil dari bahasa Persia, “toliban”. Tidak begitu jelas alasan pemilihan nama tersebut. Mungkin bentuknya menyerupai “turban”, tutup kepala yang banyak dipakai oleh kaum Persian. Toliban kemudian ditranslasi kedalam bahasa Latin sebagai “tulipa”.
Di negeri yang pendapatan perkapitanya USD 52,500 ini, barang bekas/ loak atau second-hand masih sangat dihargai dan diminati.Di Wageningen contohnya, residen kecil berpenduduk 35 ribu jiwa inimemiliki paling tidak beberapa toko tempat jual-beli barang loak, Yang cukup dikenal diantaranya adalah Kringloop, Emaus, dan Terre de Hommes. Barang-barang yang ditawarkan pun bervariasi seperti buku,baju, lemari es, sofa, meja, sepatu, CD, pernak-pernik, microwave, penyedot debu (vacuum cleaner), barang pecah-belah dan masih banyak lagi.
Lebih dari dua puluh tiga tahun lalu, ayah saya mendapat kesempatan untuk studi kedokteran di Jerman, dengan sponsor pemerintah Jerman (DAAD) dan perusahaan farmasi. Alhasil, dengan kebaikan hati sponsor, saya, adik, dan ibu berkesempatan menjenguk ayah di Eropa.
Ada hal yang membuat hati miris saat (harus selalu) berhadapan dengan realitas social negeri ini yang seperti potret buram. Saya memandangnya dari sisi ekonomi. Karena dampak dari permasalahan ekonomi ini rembetan masalahnya bisa meluas ke berbagai sector, seperti social, budaya, politik dan hukum bahkan moral.



